BISNIS UTANG

Untuk Bisnis, Perlukah Utang?

28 Oktober 2021

Untuk Bisnis, Perlukah Utang?

Melakukan bisnis atau usaha adalah merupakan kewajiban agar kita dapat melangsungkan kehidupan kita secara materi. Kita sama-sama paham bahwa tanpa usaha berarti kita tidak memiliki pemasukan atau income. Nah, permasalahan yang sering sekali dijumpai adalah dengan pertanyaan yang berbunyi seperti ini: "Saya ingin sekali memiliki bisnis namun saya masih bingung apakah dengan utang atau tanpa utang?"

Baiklah, untuk menjawabnya ada baiknya kita pertimbangkan hal berikut:


1. Potensi untung versus rugi

Dalam memulai bisnis baru apakah itu waralaba atau bukan, harap diperhatikan bahwa sebagus apapun proyeksi bisnis yang telah dihitung itu semua masih di atas kertas. Kenyataannya banyak sekali para pelaku bisnis baru mengalami kerugian. Untuk mengantisipasi faktor kerugian ini, persiapkan modal kerja yang cukup setidaknya dapat bekerja minimal selama 6 bulan dan maksimal 12 bulan. Ini merupakan dana cadangan yang bersifat darurat, digunakan pada saat kondisi dimana pengeluaran lebih besar dari pemasukan. Dengan dana tersebut maka bisnis bisa bertahan minimal selama enam bulan, sambil melakukan evaluasi manajemen atas kesalahan yang telah terjadi tentunya, dengan harapan adalah kesalahan dapat teratasi dan bisnis berangsur menjadi untung.

2. Modal usaha yang terdiri dari modal investasi dan modal kerja

Apakah saya sebagai pengusaha (investor) harus mendanai sepenuhnya atau lebih baik saya pinjam dari bank?

Marilah kita bahas:


a. Jika modal usaha 100 persen modal sendiri:

Dalam kondisi seperti ini memang bisnis menjadi lebih aman karena tidak ada utang atau pinjaman kepada bank, dengan demikian pengusaha tidak perlu repot menyisihkan sejumlah uang dari setiap keuntungannya untuk diberikan sebagai pengembalian pokok dan bunga ke bank. Potensi keuntunganpun menjadi besar, ya menjadi besar karena memang pengusaha menikmatinya sendiri tanpa perlu berbagi ke bank. Namun teryata risikonya pun cukup besar! Risiko tersebut adalah jika ternyata bisnis mengalami kegagalan dan kegagalan, meskipun telah dievaluasi namun kerugian berlangsung lebih dari enam bulan. Jika mengacu terhadap kemampuan dana cadangan yang hanya mampu menopang selama 6 bulan maka dalam kondisi yang darurat ini sang pengusaha sudah tidak memiliki dana untuk melanjutkan usaha tersebut. Konsekuensinya bisnis terhenti dan usahapun gulung tikar karena merugi.


b. Sebaliknya jika modal usaha didapat dari pinjaman bank

Maka tentunya keuntungan menjadi berkurang karena sebagian harus dialokasikan menjadi biaya bank. Namun faktor risiko bisnispun menjadi lebih kecil, mengapa demikian? Hal ini bisa terjadi karena sang pengusaha masih memiliki modal yang cukup untuk terus melanjutkan bisnis, ya karena modal usaha didapat dari bank. Jadi dengan kata lain sebenarnya dana yang digunakan dalam berbisnis adalah berasal dari pinjaman bank. Artinya dana yang tersedia milik sendiri masih utuh dan ini dapat digunakan sebagai cadangan dana yang dimiliki untuk keadaan darurat. Ini berarti dana cadangan modal untuk keadaan darurat sangat tersedia. Sang pengusaha masih memiliki waktu tambahan yang cukup untuk melakukan evaluasi serta pembenahan manjemen internal jika kondisi bisnis tidak seperti yang tertulis didalam perencanaan awal. Untuk lebih jelasnya silahkan melihat tabel dibawah ini :

Perbandingan Bisnis Menggunakan Pinjaman & Tanpa Pinjaman Bank :

Baiklah sekarang kita analisa lebih dalam lagi, jika melihat tabel diatas memang waktu untuk mendapatkan BEP (Break Even Point) atau titik impas memang lebih lama, namun cadangan dana yang dapat digunakan lebih banyak apabila ternyata bisnis tidak sesuai dengan perencanaan, waktu untuk memperbaiki bisnis pun lebih longgar sehingga peluang membangun fondasi bisnis untuk menjadi lebih kuat adalah besar. Di sisi yang lain adalah cadangan dana modal darurat pun dapat digunakan untuk membayar kewajiban pinjaman dan bunga ke bank manakala bisnis belum menghasilkan keuntungan. Jadi jika seorang debitur memiliki catatan kredit yang baik dengan pihak bank maka besar kemungkinan diatas bulan ke 12 bank akan menawarkan sejumlah pinjaman dana untuk melakukan penambahan dan pengembangan bisnis berikutnya. Harus diingat oleh debitur adalah cicilan harus lancar sehingga dapat menjaga hubungan yang baik dengan perbankan.

Pembaca yang bijaksana keputusan menggunakan modal sendiri atau meminjam melalui bank adalah suatu keputusan yang sangat strategis demi pengembangan bisnis di masa mendatang. Fungsi dari kredit adalah sebagai pengungkit, sesuai dengan sifat pengungkit maka sudah sewajarnya roda usaha dapat lebih kencang dalam berputar. Namun demikian keputusan tentu ada di tangan anda, pilih modal sendiri atau pijam dari bank? Selamat berbisnis, sukses ada ditangan anda bukan dari tangan pihak yang lain termasuk dari pihak perbankan. (Sumber : Kompas.com)

Apakah Mendapatkan Modal Bisnis Harus dari Utang?

Ada yang bilang kalau ingin menjalani bisnis, langkah yang baik untuk mendapatkan modal adalah dengan cara berutang. Ditambah lagi dengan berkembangnya aplikasi pinjaman online cepat cair dan mudah yang beberapa tahun belakangan ini sudah cukup berkembang, membuat para calon pebisnis lebih mudah mendapatkan pinjaman produktif untuk modal usaha.

Namun, ada juga orang yang sudah mendapatkan modal dengan cara berutang, tetapi bisnisnya ambruk dan meninggalkan utang yang banyak tanpa tahu bagaimana cara membayar kreditnya.

Lalu, apakah dengan menggunakan uang tabungan untuk modal usaha akan lebih baik, karena bisa terhindar dari lilitan utang? Jawabannya belum tentu benar. Oleh karenanya, lebih baik pertimbangkan hal ini sebelum Anda mulai memutuskan untuk memakai cara mana yang terbaik untuk mendapatkan modal usaha.

  1. Untung & rugi berbisnis dengan utang

Hal pertama yang Anda rasakan ketika Anda mendapatkan kredit dari bank maupun dari pinjaman online cepat cair dan mudah adalah, Anda tidak perlu repot-repot dan menunggu lama-lama menabung untuk mendapatkan modal usaha. Belum lagi jika Anda menunggu lama untuk menabung, bisa jadi usaha yang Anda sudah tunggu-tunggu akan menjadi wacana karena sudah basi.

Selain itu, dengan adanya kredit setiap bulannya, Anda bisa lebih semangat untuk mencapai target penjualan. Jadi, Anda akan lebih peduli dengan bisnis yang Anda jalani dan akan terus berubah menjadi lebih baik agar pendapatan tetap stabil dan utang bisa terbayarkan.

Bicara soal kerugian utang, hal ini akan terjadi apabila Anda tidak mengelola utang dan bisnis Anda dengan baik. Sebab utang tetap menjadi beban yang harus Anda bayarkan hingga periode waktu yang sudah ditentukan. Jadi, apabila Anda tidak pandai untuk melihat kesempatan, memutar otak untuk mengganti strategi, tidak bisa menargetkan pasar dengan baik, hutang hanya akan menjadi beban.

Selain itu, Anda juga tidak bisa langsung menikmati keuntungan sepenuhnya, karena Anda perlu membayar cicilan dahulu sampai lunas dalam jangka waktu sekian tahun baru bisa menikmati hasil yang didambakan.

  1. Untung & rugi berbisnis tanpa utang

Tidak bisa dipungkiri kalau modal usaha 100% dari uang pribadi ataupun tabungan, usaha akan menjadi lebih aman arena tidak ada utang atau pinjaman kepada bank, dengan demikian Anda tidak perlu repot menyisihkan sejumlah uang dari setiap keuntungannya untuk diberikan sebagai pengembalian pokok dan bunga ke bank.

Ditambah lagi potensi keuntungan Anda menjadi lebih besar karena tidak ada tanggungan apapun yang harus dibayarkan ke lembaga keuangan setiap bulannya.

Namun dibalik keuntungan yang bisa Anda rasakan, ternyata risikonya juga cukup besar. Apabila ternyata bisnis yang Anda jalani mengalami kegagalan dan Anda tidak memiliki cukup banyak dana cadangan untuk menopang bisnis, bisa-bisa bisnis berhenti dan usaha yang sudah Anda jalani bisa gulung tikar.

Sejatinya sama seperti kerugian berutang, hal ini akan terjadi apabila Anda tidak mengelola utang dan bisnis Anda dengan baik.

  1. Lebih Baik Gabungkan Keduanya

Menggunakan modal sendiri atau meminjam melalui bank adalah suatu keputusan yang sangat strategis demi pengembangan bisnis di masa mendatang. Fungsi dari kredit adalah sebagai pengungkit, sesuai dengan sifat pengungkit maka sudah sewajarnya roda usaha dapat lebih kencang dalam berputar.

Namun, alangkah lebih baiknya jika Anda menggabungkan kedua cara tersebut. Anda bisa memanfaatkan pinjaman online cepat cair dan mudah untuk dijadikan dana cadangan apabila bisnis Anda tiba-tiba sedang goyah. Akhir kata, kesuksesan bisnis semua ada di tangan Anda, bukan dari tangan pihak yang lain, termasuk dari pihak lembaga keuangan yang bisa memberikan Anda pinjaman untuk modal bisnis.

Selamat menjalani bisnis! (cnbcindonesia.com)